SEMINAR NASIONAL

Posted: Juni 30, 2010 in Uncategorized

SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN HIDUP DENGAN TEMA :

“PENGARUH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TERHADAP BENCANA BANJIR DAN KEMISKINAN DI INDONESIA ”

GRATIS..!!!

PEMBICARA :

KOMISI VII DPR RI (*)
KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP (*)
REVIRSOND BASWIR (*)
SAN AFRI AWANG (*)

FASILITAS :
1. SEMINAR KIT
2. KONSUMSI
3. SERTIFIKAT

PENDAFTARAN KEPESERTAAN SEMINAR MELALUI :
CP : 081215548150/085228429910

ATAU KIRIM DATA KEPESERTAAN SEMINAR MELALUI :
email : mahapala_umby@yahoo.com
mahapala.umby@gmail.com

FASILITAS TERBATAS UNTUK 100 ORANG PENDAFTAR PERTAMA

PROPOSAL SEMINAR NASIONAL

“PEMBANGUNAN”

BANJIR DAN KEMISKINAN

Oleh

MAHAPALA

(MAHASISWA PECINTA ALAM)

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

Contact  : 085292320717/081215548150

Email     :  www. mahapala_umby@yahoo.com

No.rek   : MAHAPALA UMBY (BRI. 664401017880534)

I. PENDAHULUAN

Perkembangan pembangunan saat ini telah memperlihatkan sejumlah persoalan, dimulai dari pendelegitimasian hak-hak sipil orientasi pengakumulasian modal secara efektif dan rentannya aktifitas korupsi para pejabat memberikan dampak perkembangan destruktif pada kesejahteraan rakyat indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa diperkirakan 75%nya masih berpenghasilan kurang dari $2. Faktor lain yang memberikan keterbelakangan proses pembangunan Indonesia ketika kita bandingkan dengan negara-negara pinggiran lainnya adalah karena lemahnya manajemen dan rentan terhadap aktifitas korupsi para birokrat yang banyak merugikan negara, sehingga infrastruktur-infrastruktur tidak terbangun secara massif dan berkualitas sebagai sebuah instrument untuk memperlancar regulasi modal. Lemahnya karakter pembangunan dan lemahnya regulasi modal memberikan efek negatif terhadap proses pembangunan yang dapat mensejahterakan rakyat. Tingginya aktivitas korupsi para pejabat membawa rakyat Indonesia terjebak dalam situasi ekonomi yang sangat sulit. Kesenjangan sosial yang ditakutkan dengan proses pembangunan yang tidak merata atau berkarakter kerakyatan kini telah terjadi dimana-mana dalam bentuk yang paling luar biasa. Hal ini dapat dilihat dengan semakin sulitnya rakyat miskin untuk mengakses pendidikan dan sulitnya rakyat miskin mengakses kesehatan, karena mahalnya fasilitas-fasilitas publik tersebut. Selain itu kesulitan sebagain besar rakyat Indonesia ini tentunya akan menghambat perkembangan tenaga produktif yang justru menjadi syarat utama dalam persaingan global saat ini, kelemahan-kelemahan tenaga produktif Indonesia  akan membawa rakyat Indonesia kedalam keterpurukan ekonomi.

Perkembangan destruktif pembangunan tidak hanya dalam konteks kesenjangan sosial ekonomi. Konteks lain yang paling menonjol untuk dikritisi adalah krisis ekologis nasional. Krisis ekologis nasional adalah wujud nyata dari dampak konsep pembangunan saat ini yang tidak berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan. Krisis-krisis ekologis nasional saat ini dapat dilihat dengan rentannya beberapa daerah dan kota diseluruh Indonesia terhadap potensi banjir yang memberikan dampak negatif terhadap perkembangan dan produktifitas lahan ekonomi masyarakat. Banjir adalah salah satu faktor yang memandulkan lahan-lahan ekonomi masyarakat dan tentunya bertentangan dengan apa yang diinginkan dari proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Pendelegitimasian hak-hak rakyat sebagai syarat-syarat ketentuan pembangunan akan mengakibatkan kesenjangan sosial, mandulnya perkembangan tenaga produktif, mandulnya lahan-lahan ekonomi masyarakat. Banjir yang diakibatkan dari pembangunan yang tidak berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan mampu menimbulkan berbagai masalah kemiskinan dimasyarakat. Banjir dapat mengakibatkan petani gagal panen, pedagang tidak bisa menjajakan barang dagangannya, putusnya jalur transportasi, dan hal ini dapat menimbulkan masalah kemiskinan. Anak putus sekolah, kelaparan, merambaknya wabah penyakit, gizi buruk dan masih banyak lagi rentetan penderitaan rakyat yang disebabkan oleh sistim pembangunan yang tidak berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan.

Masalah lingkungan terus berkembang menjadi persoalan sistemik sosial masyarakat seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap produk-produk yang di eksploitasi dari alam. Perkembangan masyarakat yang destruktif membuat kondisi alam semakin mengkhawatirkan sehingga mengancam keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Kerusakan alam menimbulkan bencana alam yang banyak menelan korban baik harta maupun nyawa, sehingga di butuhkan respon dan perhatian oleh semua lapisan masyarakat untuk menjaga, melestarikan maupun mengantisipasi kemungkinan kerusakan-kerusakan lingkungan akibat aktifitas ekonomi yang eksploitatif dan tidak bersahabat terhadap alam. Kondisi alam yang tidak stabil telah banyak menimbulkan kerugian bagi masyarakat miskin, mereka yang tidak tahu apa-apa justru mereka yang menjadi korban (korban nyawa maupun harta) akibat kerusakan lingkungan. Petani-petani miskin sering mengalami gagal panen akibat banjir besar yang merendam sawah mereka, kegagalan panen ini jelas akan menghambat perkembangan dan pembangunan ekonomi masyarakat maupun daerah. Massifnya bencana banjir yang terjadi akan membuat petani dan pedagang kecil semakin miskin dan ini adalah masalah social yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

Masalah lingkungan akibat kerusakan alam akan memberikan dampak sistemik terhadap kesejahteraan masyarakat, sehingga masyarakat harus di buat peka terhadap persoalan kerusakan alam yang terjadi di sekitarnya sehingga masyarakat dengan sendirinya dapat mengambil sikap untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Kesadaran masyarakat itu tentunya tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, sehingga di butuhkan pendidikan-pendidikan untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap situasi dan kondisi alam di sekitar mereka. Pembangunan kesadaran masyarakat tidak hanya cukup dengan memediasinya dalam pendikan teori semata tetapi di butuhkan upaya-upaya konkrit untuk membangun kesadaran yang lebih maju. Pembangunan kesadaran masyarakat yang lebih maju tersebut dapat dilakukan dengan pengorganisasian masyarakat, pengorganisasian ini bertujuan agar masyarakat dengan sendirinya dapat melakukan protek terhadap kondisi alam di sekitar mereka sehingga masyarakat dengan sendirinya akan menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar mereka.

Persoalan-persoalan yang diakibatkan oleh pembangunan adalah bukti perkembangan konsepsi pembangunan yang destruktif, yang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Hal yang terpenting dari penyingkapan persoalan diatas adalah dengan solusi dan tindakan kongkrit. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah usaha kolektif dari seluruh rakyat Indonesia untuk mendorong perubahan konsep pembangunan menjadi konsepsi pembangunan yang berkarakter kerakyatan dan berperspektif ekologis. Bertolak dari dasar pemikiran tersebut maka kami sebagai kaum intelektual muda yang tergabung didalam organisasi MAHAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Mercu Buana Yogyakarta, menyelenggarakan sebuah seminar nasional lingkungan hidup, yang diharapkan mampu menjadi media edukasi, transformasi dan menjadi wadah aspirasi, bagi masyarakat korban banjir pada khususnya dan korban krisis ekologis pada umumnya, untuk membangun tindakan prefentif bersama menghentikan dan mencegah kerusakan lingkungan.

Berdasarkan  data  yang dihimpun  baik melalui  temuan lapangan dan hasil penelitian serta literatur  dapat dilihat  gambaran  kondisi  latar belakang  dan masalah kerusakan alam  secara  garis  besar adalah  sebagai berikut:

  1. I. A. Persoalan Dasar

  • Kebijakan pembangunan ekonomi

Pembangunan ekonomi yang di berlakukan oleh pemerintah seringkali mengabaikan kemungkinan masalah lingkungan, sebagai contoh menurut data literature, bahwa liberalisasi hutan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia akan menghabiskan 27.000 pohon setiap harinya. Penebangan hutan secara besar-besaran telah menimbulkan dampak negative terhadap stabilitas ekosistem, kondisi ini sangat rentan terhadap potensi bencan alam seperti banjir ataupun bencana-bencana yang lainnya. Selain itu kebijakan pembangunan industry yang tidak memiliki perspektif ekologis akan memberikan konsekuensi kerusakan alam yang cukup parah, masyarakat yang tinggal di sekitar industry akan merasakan dampak negative dari pencemaran limbah industry seperti gangguan kesehatan hingga menimbulkan persoalan ekonomi bagi masyarakat.

  • Minimnya Akses Pendidikan dan Informasi yang di terima oleh masyarakat lokal

Kemiskinan berakibat pada tidak ada atau minimnya akses pendidikan karena pendidikan masih dalam satu paradigma jalur formal demikian mahal demikian pula dengan informasi, karena mahalnya biaya fasilitasi – sarana sehingga masyarakat sulit untuk mengakses informasi maupun pendidikan sehingga kesadaran ekologis masyarakat sangat lemah karena hegemoni ekonomi yang begitu kuat dan pragmatis. Minimnya akses pendidikan menjadi faktor rndahnya kualitas sosial masyarakat indonesia, yang menyebabkan lemahnya kesadaran masyarakat terhadap akses yang lain, seperti akses  informasi, akses hukum, akses politik, akses ekonomi, dan kondisi ini membuat kondisi sosial masyarakat masih sangat terlebakang dalam melakukan protek terhadap persoalan-persoalan lingkungan akibat dari pembangunan ekonomi yang tidak memiliki perspektif ekologis.

  • Banjir menjadi bencana sistemik terhadap kesejahteraan rakyat

Krisis-krisis ekologis nasional saat ini dapat dilihat dengan rentannya beberapa daerah dan kota diseluruh Indonesia terhadap potensi banjir yang memberikan dampak negatif terhadap perkembangan dan produktifitas lahan ekonomi masyarakat. Banjir adalah salah satu faktor yang memandulkan lahan-lahan ekonomi masyarakat dan tentunya bertentangan dengan apa yang diinginkan dari proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Pendelegitimasian hak-hak rakyat sebagai syarat-syarat ketentuan pembangunan akan mengakibatkan kesenjangan sosial, mandulnya perkembangan tenaga produktif, mandulnya lahan-lahan ekonomi masyarakat. Banjir yang diakibatkan dari pembangunan yang tidak berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan mampu menimbulkan berbagai masalah kemiskinan dimasyarakat. Banjir dapat mengakibatkan petani gagal panen, pedagang tidak bisa menjajakan barang dagangannya, putusnya jalur transportasi, dan hal ini dapat menimbulkan masalah kemiskinan. Anak putus sekolah, kelaparan, merambaknya wabah penyakit, gizi buruk dan masih banyak lagi rentetan penderitaan rakyat yang disebabkan oleh sistim pembangunan yang tidak berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan.

I. B. Persoalan – Pembangunan dan Kondisi pengelolaan sumber daya alam (SDA)

  • Tidak Ada Batasan dan pemetaan pengelolaan sumber daya alam yang Jelas dan Layak

Setiap daerah memiliki bentangan lahan yang berbeda, sehingga pengelolaan sumber daya alam yang di lakukan harus memiliki pemetaan proses pengelolaan sumber daya alam terhadap kemungkinan dampak kerusakan lingkungan yang akan terjadi. Faktor topografis sangat mempengaruhi kerentanan terhadap bencana alam akibat kerusakan alam yang terjadi dari aktifitas eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan, baik hutan ataupun mineral bumi lainnnya. Kurangnya pemetaan yang dilakukan oleh pemerintah maupun pengelola sumber daya alam memberikan konsekuensi kerusakan lingkungan hidup dan bencana alam, masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak pengelola.

  • Eksploitasi Sumber Daya Alam tidak memberikan kontribusi terhadap ekonomi masyarakat

Dari sejumlah data yang diperoleh oleh green republic, masyarakat yang tinggal disekitar industry tambang tidak mendapatkan posisi tawar untuk mendapatkan posisi strategis dalam proses pembangunan industry maupun pengelolaannya, masyarkat di orientasikan sebagai buruh kasar yang gajinya relative rendah akibat rendahnya tingkat kesepakatan pemerintah dengan pihak pengelola untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar industry.

  • Korban bencana banjir terus bertambah

Di indonesia bencana banjir seolah menjadi situasi yang rutin bisa dilihat pada musim penghujan yang menimbulkan korban nyawa maupun harta, hal ini terjadai karena faktor infrastruktur yang yang dibangun tidak memiliki perspektif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir. Penggundulan hutan di daerah lanskep, bertambahnya pemukiman masyarakat dipinggirin kali yang memberikan dampak kerusakan lingkungan yang mengakibatkan rentannya wilayah-wilayah pemukiman penduduk terkena bencana banjir.

  • Kedudukan masyarakat yang Subordinatif dalam proses pembangunan ekonomi baik pusat maupun daerah

Lemahnya kesadaran ekologis masyarakat sehingga kebijakan pembangunan tidak dapat di kontrol, proses pembangunan yang dilakukan tidak memiliki perspektif ekologis yang membut kerentanan suatu daerah untuk terkena dampak dari bencana alam akibat kerusakan lingkungan yang terjadi. Selain itu peranan pemerintah masih sangat lemah untuk mendorong kesadaran ekologis masyarakat yang menjadi faktor ketidak sesuaian proses pembangunan dan kelestarian lingkungan.

  • Lemahnya proteksi masyarakat terhadap kondisi alam di sekitar mereka

Lemahanya kesadaran ekologis dan meningkatnya kebutuhan untuk memanfaatkan sumber daya alam memberikan dampak kerusakan lingkungan yang luar biasa. Lemahnya proteksi masyarakat terhadap kerusakan lingkungan akibat aktifitas ekonomi masyarakat maupun pembangunan yang dilakukan pemerintah menjadi faktor-faktor kerentanan suatu daerah terkena bencana banjir ataupun tanah longsor.

  • Kapasitas masyarakat yang masih rendah untuk melakukan protek terhadap kebijakan pembangunan ekonomi dan korupsi oleh pemerintah

Lemanya bergening posision masyarakat karena tidak edukatif dan terorganisir mengakibatkan adanya kebijakan-kebijakan pembangunan yang tidak memiliki perspektif ekologis. Selain tu budaya korupsi dalam birokrasi pemerintahan daerah melanggengkan kepentingan eksploitasi alam yang tidak berperspektif ekologis yang memberikan dampak negatif terhadap kelestarian alam dan stabilitas sosial masyarakat.

  • Kebijakan pembangunan ekonomi oleh pemerintah yang tidak berkarakter demokrasi kerakyatan

Pelanggengan pembangunan yang tidak berperspektif ekologis dan berpihak kepda rakyat oleh pemerintahan yang tidak berkarakter demokrasi kerakyatan telah memberikan konsekuensi terhadap kerusakan lingkungan dan kemiskinan bagi masyarakat, kontraproduktifnya lahan-lahan akibat pencemaran limbah membuat masyarakat semakin miskin dan rentan terhadap penyakit akibat industri yang ada di sekitar pemukiman penduduk.

  1. II. BENTUK KEGIATAN

Seminar Nasional dengan tema, “PEMBANGUNAN” BANJIR DAN KEMISKINAN.

  1. III. WAKTU
  • Waktu pelaksanaan seminar nasional adalah :

Hari                 : Rabu

Tanggal           : 29 Juli 2010

Jam                  : 08.00 WIB s/d selesai

  • tempat pelaksanaan direncanakan di Universitas Gajah Mada (*)

IV. TUJUAN KEGIATAN

Seminar ini diharapkan mampu menjadi media edukasi, diskusi, transformasi, dan aspirasi masyarakat Indonesia terhadap krisis ekologis nasional, untuk membangun tindakan prefentif bersama mencegah kerusakan lingkungan.

V. TARGET KEGIATAN

  • Pemahaman/penyadaran terhadap peserta seminar.
  • Menghasilkan sebuah kesimpulan dari krisis ekologis nasional.
  • Mendapatkan informasi tentang kerusakan lingkungan.
  • Masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya tentang kerusakan lingkungan
  • Masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan dan perbaikan kerusakan lingkungan

VI. SASARAN KEPESERTAAN

  • Seluruh anggota OPA (ORGANISASI PECINTA ALAM) se Indonesia
  • Seluruh mahasiswa dan seluruh komponen Universitas se Indonesia
  • Lembaga dan instansi pemerintah terkait
  • Seluruh elemen masyarakat se Indonesia

VII. OUT PUT KEGIATAN

  • Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan pembangunan yang berkarakter ekologis dan berpihak pada masyarakat, sehingga perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan dapat dilakukan secara simultan.
  • Peserta seminar dapat memberikan informasi untuk masyarakat luas.
  • Peserta seminar dapat meluaskan pemahamannya sehingga upaya pencegahan dan perbaikan lingkungan dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat.
  • Memberikan pemahaman kedalam unsur-unsur organisasi yang terlibat didalam seminar agar memiliki perspektif ekologis.


VIII. INDIKATOR

  • Terbukanya ruang-ruang diskusi antara organisasi dan elemen masyarakat secara luas dengan institusi pemerintah mengenai krisis ekologis nasional.
  • Adanya ruang-ruang aspirasi masyarakat kepada sejumlah insitusi pemerintah terkait dengan kerusakan lingkungan.
  • Adanya transformasi pemahaman pembangunan yang berperspektif ekologis kepada seluruh peserta seminar.
  • Adanya dorongan persatuan untuk mensikapi krisis ekologis nasional.

IX. KONSEP SEMINAR DAN TEKNIS ACARA

Kamis, 29 Juli 2010

No Waktu Acara keterangan
1 08.00 Wib Pembukaan acara seminar Co. acara + Mc
2

08.15  Wib

08.30 Wib

08.45 Wib

Sambutan :

  1. Ketua Panitia
  2. Ketua Mahapala
  3. Rektor UMBY
Mc
3 09. 00 Wib Eksplorasi krisis ekologis Pemateri
4 09.45 Wib Eksplorasi program lingkungan hidup Pemateri
5 10.30 Wib Eksplorasi Masalah Kerusakan Lingkungan Perspektif DPR RI Komisi Lingkungan Hidup Pemateri
6 11.15 Wib Diskusi Moderator
7 13.00 Wib Ishoma Co. Acara panitia
8 14.00 Wib Pembacaan kesimpulan hasil diskusi Moderator
9 14.15 Wib Penyerahan hasil diskusi kepada Kementrian Lingkungan Hidup DPR RI sebagai bentuk aspirasi masyarakat Panitia
10 14. 30 Wib Penutup Co. acara + Mc

X. STRUKTUR KEPANITIAAN

  • v Pelindung : Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta : DR. Alimatus Sahra, Msi
  • Penanggung Jawab : Ketua MAHAPALA Universitas Mercu Buana Yogyakarta : Niklani EHS

SC (Steering Commite) :

  1. Wandani Bastian
  2. Rizky Aditya Nugraha

OC            (Organizing Commite) :

Ketua                               : Husdan Samekarian

Sekretaris                    : Sendy Tissia Nathalia de Soysa

Bendahara                   : Ade Kurniasih, Nova S. H.

Co. Acara                      : Rendy Arie Thursandi, Julius Susanto, Marzuan

Co. Perkap                   : Rahmat Sugianto, Faridona’im Assolichin

Co. Humas                  : Rizky HadiRWinata, Nanda Hardika Alaam

Co. PUB.DEK.DOK  : Heru Styawan, Aditya Nugraha, Ria Rahmawati

Co. Konsumsi           : Fitrianto, Maryati, Restu Fatmawati

XI. KERJA SAMA DAN SPONSORSHIP

1. Jenis Sponsorship

a. Sponsor Tunggal

Dalam pengertian bahwa pihak (instansi) terkait mendukung atau bekerja sama dengan pihak penyelenggara (MAHAPALA UMBY) dan menutupi semua dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan dan menjadi satu-satunya sponsor dalam penyelenggaraan kegiatan. Untuk ketentuan dan syarat kerjasama dengan instansi (perusahaan) terkait dalam hal promosi produk dsb, berdasarkan kesepakatan-kesepakatan dengan pihak penyelenggara.

b. Sponsor Utama

Dalam pengertian bahwa pihak (instansi) terkait mendukung atau bekerja sama dengan pihak penyelenggara (MAHAPALA UMBY) dengan menutupi 75% dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan. Untuk ketentuan dan syarat kerjasama dengan instansi (perusahaan) terkait dalam hal promosi produk dsb, berdasarkan kesepakatan-kesepakatan dengan pihak penyelenggara.

c. Sponsor Pendamping

Dalam pengertian bahwa pihak (instansi) terkait mendukung atau bekerja sama dengan pihak penyelenggara (MAHAPALA UMBY) untuk pengadaan dana dengan jumlah tertentu atas kesepakatan bersama dengan pihak penyelenggaran kegiatan.

  1. 2. Bentuk-Bentuk Media Sponsorship (Promosi)

a. Spanduk rentang

Contoh desaign (penawaran) untuk sponsor ship

Jumlah : 4 buah, penyebaran sekeliling tempat kegiatan dan tempat umum

b. Iklan radio

Sponsor tunggal dan utama atau berdasarkan kesepakatan bersama berhak dicantumkan nama diperusahaannya diiklan kegiatan radio.

c. Pamflet

Jumlah Famplet : 1000 Lembar ukuran kertas kuarto A3

Penyebaran Tempat Umum diseluruh Universitas di Indonesia

d. Co. Card Panitia

Jumlah : 50 Lembar dikenakan dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan

XII. PENUTUP

Masih lemahnya manjemen dan rentannya aktifitas korupsi di Indonesia pada akhirnya mendorong proses pembangunan tidak berjalan dengan maksimal, hal ini bisa dilihat dalam carut marutnya tata ruang kota yang menyebabkan kerentanan terhadap bencana banjir. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap regulasi modal yang menghambat proses pembangunan. Factor kebijakan pembangunan di Indonesia sejauh ini di nilai belum berkarakter kerakyatan dan berperspektif ekologis. Lemahnya peranan pemerintah untuk mendorong pembangunan tenaga produktif sebagai syarat-syarat proses pembangunan terlihat dengan semakin mahalnya biaya pendidikan dan mahalnya biaya kesehatan, membuat Indonesia tidak mampu bersaing dengan SDM (sumber daya manusia) luar negeri dan hal ini tentunya menjadi sebuah ketimpangan dalam konsep pembangunan yang di terapkan oleh pemerintah.

Krisis ekologis nasional saat ini bisa dilihat sebagai akibat dari perkembangan destruktif pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah. Tingginya intensitas pendegradasian hutan mengakibatkan banyak daerah di Indonesia rentan terhadap bencana banjir ataupun tanah longsor. Krisis ekologis ini di akibatkan oleh tingginya intensitas penebangan hutan baik legal ataupun illegal, diperkirakan 27.000 batang pohon  setiap hari habis di tebang akibat dari proyek pembangunan. Krisis ekologis inipun memberikan persoalan-persoalan ekonomi bagi rakyat kecil. Sehingga krisis ekologis ini harus disikapi sebagai bentuk keobyektipan proses pembangunan. Intensitas banjir yang terjadi belakangan ini adalah bukti kecacatan proses pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah. Carut marutnya tataruang kota adalah bentuk pembangunan infrastruktur yang pragmatis terhadap kepentingan modal yang tidak berkelanjutan. Hal-hal ini merupakan point-point kelemahan dari proses pembangunan yang di terapkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Tingginya intensitas banjir yang terjadi belakangan ini memberikan bukti bahwa krisis ekologis harus segera di sikapi secar koletitif baik oleh pemerintah ataupun masyarakat untuk mendorong proses pembangunan yang lebih baik. Oleh kerana itu di butuhkan sikap secara kolektif dalam mensikapi bencana banjir oleh seluruh kalangan untuk mengantisipasi ataupun memperbaiki kerusakan lingkungan sehingga krisis ekologis nasional dapat di antisipasi dengan kebijakan pembangunan yang berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan.

RANCANGAN BIAYA PENGELUARAN
I. PEMASUKAN (RUPIAH) ($)

$ 1 = Rp. 10,000.00

Subsidi Organisasi 100,000.00 10
Subsidi Kampus 2,000,000.00 200
Total 2,100,000.00 210
II. PENGELUARAN
A. Kesekretariatan
Penggandaan proposal 750,000.00 75
Surat menyurat 1,000,000.00 100
Stempel dan landasan 50000 5
Alat tulis kantor 2,050,000.00 205
Uniform Panitia 1,000,000.00 100
Total 4,800,000.00 480
B. Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi
1) Publikasi
Stiker 500,000.00 50
Pamflet 2,000,000.00 200
Spanduk 1,000,000.00 100
Umbul-umbul 100,000.00 10
Undangan 100,000.00 10
Total 3,700,000.00 370
2) Dekorasi
Sewa backdroup 500,000.00 50
Kain, kertas dan lem 500,000.00 50
Total 1,000,000.00 100
3) Dokumentasi
Dokumentasi elektronik 1,000,000.00 100
Cuci cetak film 100,000.00 10
Sewa Viewer 1,000,000.00 100
Total 2,100,000.00 210
C. Humas
Perijinan 200,000.00 20
Keamanan 200,000.00 20
Publikasi 2,000,000.00 200
Delegator korban banjir 8,000,000.00 800
Total 10,400,000.00 1040
D. Perlengkapan
Sound system 500,000.00 50
Total 500,000.00 50
E. Transportasi, Akomodasi Peserta & Pembicara
Transportasi 10,000,000.00 1000
Akomodasi peserta
a. Buklet materi 2,000,000.00 200
b. Seminar kit, 2,000,000.00 200
c. Sertifikat 750,000.00 75
d. Pembicara 2,000,000.00 200
Total 16,750,000.00 1675
F. Konsumsi
Makan 5,000,000.00 500
Snack 500,000.00 50
Galon 55000 5.5
Kopi dan The 50000 5
Total 5,605,000.00 560.5
G. Dana Taktis 2,000,000.00 200
Total 2,000,000.00 200
H. Rekapitulasi Pengeluaran
  1. Kesekretariatan
4,800,000.00 480
  1. Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi
3,700,000.00 370
  1. Humas
10,400,000.00 1040
  1. Perlengkapan
500,000.00 50
  1. Transportasi Akomodasi peserta & Pembicara
16,750,000.00 1675
  1. Konsumsi
5,605,000.00 560.5
  1. Dana Taktis
2,000,000.00 200
Total 43,755,000.00 4375.5
SALDO KURANG: 43755000 – 2100000 = 41,655,000.00 4375.5 – 210 = 4165,5
Total kekurangan dana 41,655,000.00 4165.5
(Dicari dari sponsor dan donatur)

RANCANGAN DRAF MATERI SEMINAR NASIONAL

MAHAPALA UMBY

TEMA “PEMBANGUNAN” BANJIR DAN KEMISKINAN

I. Pendahuluan

Perkembangan pembangunan saat ini telah memperlihatkan wujud aslinya yang mendelegitimasi hak-hak sipil dan orientasi pengakumulasian modal secara efektif dan rentannya aktifitas korupsi para pejabat memberikan dampak perkembangan destruktif pada kesejahteraan rakyat indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa diperkirakan 75 % nya masih berpenghasilan kurang dari 2 $. Hal ini tentunya menjadi wujud kegagalan proses pembangunan. Factor lain yang memberikan kegagalan-kegagalan Dari proses pembangunan ketika kita bandingkan dengan Negara-negara pinggiran lainnya adalah karena lemahnya manajemen dan rentan terhadap aktifitas korupsi para birokrat yang banyak merugikan negara, sehingga infrastruktur-infrastruktur tidak terbangun secara massif dan berkualitas sebagai sebuah instrument untuk memperlancar regulasi modal.

Lemahnya karakter pembangunan dan lemahnya regulasi modal memberikan efek negative terhadap proses pembangunan yang dapat mensejahterakan rakyat. tingginya aktivitas korupsi para pejabat membawa rakyat Indonesia terjebak dalam situasi ekonomi yang sangat sulit. Kesenjangan social yang di wanti-wanti dengan proses pembangunan yang tidak merata atau berkarakter kerakyatan kini telah terjadi dimana-mana dalam bentuk yang paling luar biasa. Hal ini dapat di lihat dengan semakin sulitnya rakyat miskin untuk mengakses pendidikan dan sulitnya rakyat miskin untuk mengakses kesehatan karena mahalnya fasilitas-fasilitas public tersebut. Selain itu kesulitan sebagain besar rakyat Indonesia ini tentunya akan menghambat perkembangan tenaga produktif yang justru menjadi syarat utama dalam persaingan global saat ini, kelemahan-kelemahan tenaga produktif Indonesia  akan membawa rakyat Indonesia kedalam keterpurukan ekonomi.

Perkembangan destruktif pembangunan tidak hanya dalam konteks kesenjangan social ekonomi, konteks lain yang paling menonjol untuk dikritisi adalah krisis ekologis nasional. Krisis ekologis nasional adalah wujud nyata dari konsep pembangunan saat ini yang tidak berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan. Krisis-krisis ekologis nasional saat ini dapat dilihat dengan rentannya beberapa daerah dan kota yang tersebar hampir di seluruh Indonesia terhadap potensi banjir yang memberikan dampak negative terhadap perkembangan dan produktifitas lahan ekonomi masyarakat. Banjir adalah salah satu factor yang memandulkan lahan-lahan ekonomi masyarakat dan ini tentunya bertentangan dengan apa yang diinginkan dari proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Pendelegitimasian hak-hak rakyat sebagai syarat-syarat ketentuan pembangunan akan mengakibatkan Kesenjangan social, mandulnya perkembangan tenaga produktif, mandulnya lahan-lahan ekonomi masyarakat adalah maslah-masalah konsep pembangunan saat ini yang harus ducari jalan keluarnya.  Persoalan-persoalan yang di akibatkan oleh pembangunan di atas adalah bukti perkembangan konsepsi pembangunan yang destruktif yang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Oleh karena itu di butuhkan sebuah usaha kolektif oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mendorong perubahan konsep pembangunan menjadi konsepsi pembangunan yang berkarakter kerakyatan dan berperspektif ekologis.

II. Pembangunan

Indonesia merupakan salah satu Negara pinggirian (periphery) dari konsep pembangunan dengan teori ketergantungan (dependency theory). Menurut wallerstein Negara pinggiran hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pusat, negeri-negeri pinggiran melunakkan hubungannya dengan pusat yang bersifat tidak seimbang dan eksploitatif dan negeri pinggiran dianggap tidak punya dinamika sendiri, pendekatan ini mengabaikan proses akumulasi modal di dalam negeri-negeri pinggiran. Akumulasi modal di negeri-negeri sedang berkembang terjadi dalam konteks system akumulasi intensif. Kesuksesan Negara-negara tersebut bergantung apada kemampuan mereka untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing juga tersedianya pasar domestic dan luar negeri dan dalam kebijakan Negara dalam mengarahkan perekonomiannya. Indonesia adalah Negara yang termasuk terbelakang industrialisasinya di asia tenggara.

Masih lemahnya manjemen dan rentannya aktifitas korupsi di Indonesia pada akhirnya proses pembangunan tidak berjalan dengan maksimal, hal ini bisa dilihat dalam carut marutnya tata ruang kota yang menyebabkan kerentanan terhadap bencana banjir. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap regulasi modal yang menghambat proses pembangunan. Factor kebijakan pembangunan di Indonesia sejauh ini di nilai belum berkarakter kerakyatan dan berperspektif ekologis. Lemahnya peranan pemerintah untuk mendorong pembangunan tenaga produktif sebagai syarat-syarat proses pembangunan terlihat dengan semakin mahalnya biaya pendidikan dan mahalnya biaya kesehatan, membuat Indonesia tidak mampu bersaing dengan SDM (sumber daya manusia) luar negeri dan hal ini tentunya menjadi sebuah ketimpangan dalam konsep pembangunan yang di terapkan oleh pemerintah.

Kelemahan-kelamahan lain yang mengakibatkan kontarproduktifnya sector ekonomi secara luas dan sector ekonomi rakyatkecil khususnya karena massifnya intensitas banjir yang terjadi belakangan. Konsep pembangunan yang tidak berkarakter kerakyatan dan berperspektif ekologis ini mengakibatkan persoalan-persoalan baru yang menghambat kemajuan ekonomi. Pembangunan yang tidak merata mengakibatkan kontarproduktifnya lahan-lahan ekonomi rakyat sehingga masyarakat pinggiran (pedesaan) terdorong untuk mengambil sikap untuk melakukan urbanisasi yang menyebabkan terjadinya penumpukan warga di daerah perkotaan, dan ini adalah bukti ketimpangan proses pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah. Industrialisasi di Indonesia tentunya sangat bersandar pada tingginya potensi bahan mentah yang ada di Indonesia. Besarnya jumlah penduduk Indonesia dan  Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadikan Negara kita sebagai sasaran ekspansi pemodal untuk mengeksploitasi SDA (sumber daya alam) dan sasaran pasar yang cukup besar.

Krisis ekologis nasional saat ini bisa dilihat sebagai akibat dari perkembangan destruktif pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah saat ini. Tingginya intensitas pendegradasian hutan mengakibatkan banyak daerah di Indonesia rentan terhadap bencana banjir ataupun tanah longsor. Krisis ekologis ini di akibatkan oleh tingginya intensitas penebangan hutan baik legal ataupun illegal, diperkirakan 27.000 batang pohon  setiap hari habis di tebang akibat dari proyek pembangunan. Krisis ekologis inipun memberikan persoalan-persoalan ekonomi bagi rakyat kecil. Sehingga krisis ekologis ini harus disikapi sebagai bentuk keobyektipan proses pembangunan.

III. Banjir sebagai bencana sistemik yang menghambat kesejahteraan rakyat

Intensitas banjir yang terjadi belakangan ini adalah bukti kecacatan proses pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah. Carut marutnya tataruang kota adalah bentuk pembangunan infrastruktur yang pragmatis terhadap kepentingan modal yang tidak berkelanjutan. Hal-hal ini merupakan point-point kelemahan dari proses pembangunan yang di terapkan oleh pemerintah b aik pusat maupun daerah. Tingginya intensitas banjir yang terjadi belakangan ini memberikan bukti bahwa krisis ekologis harus segera di sikapi secar koletitif baik oleh pemerintah ataupun masyarakat untuk mendorong proses pembangunan yang lebih baik. Oleh kerana itu di butuhkan sikap secara kolektif dalam mensikapi bencana banjir oleh seluruh kalangan untuk mengantisipasi ataupun memperbaiki kerusakan lingkungan sehingga krisis ekologis nasional dapat di antisipasi dengan kebijakan pembangunan yang berperspektif ekologis dan berkarakter kerakyatan.

Belakangan korban akibat banjir terus bertambah, baik korban nyawa maupun harta dan hal ini tentu saja memberikan pukulan luar biasa pada sejumlah pemerhati lingkungan. Persoalannya bencana banjir membuat rakyat semakin sulit secara social dan ekonomis dan sangat menghambat produktifitas masyarakat. Dampak dari bencana banjir adalah mandulnya sector ekonomi rakyat, dimana petani mengalami gagal panen, pedagang kecil tidak dapat berjualan dan tentun saja mengambat laju investasi ke daerah-daerah rawan banjir. Persoalan-persoalan lain yang muncul akibat bencana banjir seperti rusaknya fasilitas-fasilitas public sehingga menghambat perkembangan dan kemajuan  masyarakat dalam bidang edukatif, social budaya dan kesehatan. Kemandulan-kemandulan lahan ekonomi rakyat dan pemerintah akibat banjir adalah dampak dari krisis ekologis nasional. Krisis ekologis nasional merupakan dampak dari perkembangan destruktif pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah yang tidak berkarakter kerakyatan dan berperspektif ekologis. Massifnya bencana banjir yang terjadi hampir di seluruh kota Indonesia adalah bukti dari krisis ekologis nasional. Jika dirunut persoalan banjir merupakan dampak dan akibat kurangnya kesadaran ekologis masyarakat sipil, sehingga proses pendegrdasian hutan dan pembangunan indicator terhadap potensialnya bencana banjir di lakukan secara kolektif oleh pemerintah dan masyarakat.

Banjir memberikan dampak sistemik terhadap proses pembangunan yang menghambat kesejahteraan dan produktifitas lahan-lahan ekonomi masyarakat. Sehingga banjir adalah bencana sistemik yang harus segera disikapi agar persoalan banjir tidak lagi menjadi factor penghambat kesejahteraan rakyat. Banjir memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kesejahteraan rakyat.

EARTH DAY 22 APRIL 2010

Posted: April 25, 2010 in RESPON ISU SOSIAL

STAITMENT POLITIK

MAHAPALA UMBY-KOMITE PERJUANGAN PECINTA ALAM INDONESIA

(MAHAPALA UMBY-KPPI)

EARTH DAY /22 APRIL 2010

KAPITALISME BIANG KEROK KRISIS EKOLOGIS DUNIA, LAWAN DAN GULINGKAN PEMERINTAHAN AGEN KAPITALISME SBY-BOEDIONO, GANTI DENGAN PEMERINTAHAN PERSATUAN RAKYAT MISKIN

Watak-watak kapitalisme tidak memiliki kepentingan untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan stabilitas social masyarakat, tempat dimana industry-industrinya beroperasi, kapitalisme hanya memiliki kepentingan untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan mengeksploitasi tenaga buruh, sejatinya kepentingan  kapitalisme adalah mengakumulasikan modalnya secara efektif. Pengerukan sumber daya alam secara besar-besaran sebagai syarat utama dalam kebutuhan untuk mengakumulasikan modal secara efektif memberikan dampak kerusakan lingkungan yang luar biasa, perubahan landscape dan habisnya hutan karena dibabat secara besar-besaran untuk mendorong percepatan akumulasi modal, hal ini menjadi persoalan bagi rakyat. Dampak kerusakan lingkungan dinegara-negara dunia ketiga berkembang menjadi persoalan global dengan semakin tidak stabilnya iklim dan tekanan udara akibat pemansan global yang terus diperparah oleh semakin meluasnya kepentingan kapitalisme yang terus merambah daerah-daerah yang kaya sumber mineral, dan ini akan terjadi terus menerus yang akan diiringi kerusakan lingkungan yang terjadi. Sehingga persoalan lingkungan terus menjadi momok yang sangat menakutkan, banjir bandang yang merendam ribuan hektar sawah memberikan konsekuensi kegagalan petani miskin dalam bercocok tanam, angin putting beliung yang menghancurkan rumah-rumah warga membuat kondisi rakyat yang semakin sulit karena sudah tertindas secara ekonomi, pencenaran limbah industri kapitalis yang membuat rakyat terus miskin dan penyakitan, dan ratusan korban meninggal akibat bencana-bencana besar akibat kerusakan lingkungan yang semakin parah, adalah bentuk-bentuk kejahatan kapitalisme. Perkembangan kapitalisme yang destruktif menimbulkan persoalan lingkungan dan akan menjadi persoalan sistemik bagi rakyat miskin.

Kapitalisme yang memiliki watak untuk mengakumlasikan modal secara efektif menimbulkan persoalan lingkungan yang luar biasa, kebutuhan kapitalisme untuk mengeksploitasi sumber mineral bumi secara besar-besaran memberikan konsekuensi terhadap stabilitas ekosistem yang memberikan dampak negative bagi rakyat miskin yang tinggal disekitar tambang-tambang indutri kapitalis. Watak kapitalisme yang jahat dan rakus terus memberikan persoalan bagi rakyat miskin, distribusi produk-produk industri hasil eksploitasi alam yang dilakukan berjalan dengan tidak efisien yang pada akhirnya menimbulkan over produksi, hal-hal tersebuat adalah sifat dan bentuk-bentuk  kejahatan dan rakusnya kapitalisme. Kapitalisme yang memiliki watak ekspansif membuka ruang-ruang modalnya keseluruh dunia dengan melakukan konspirasi dengan sejumlah elite lokal, termasuk Indonesia. Elite-elite Indonesia yang merupakan unsure-unsur dari partai-partai borjuasi berlomba-lomba menjadi agen no 1 kapitalisme, dengan mengambil posisi-posisi politik di tingkat nasional maupun daerah-daerah. Dengan latar belakang partai dan dinamika partai yang korup akan semakin melanggengkan kepentingan-kepentingan kapitalisme untuk mengakumulasikan modalnya secara efektif.

Bukan perubahan iklim yang harus dilawan dan bukan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang harus ditempa sebagai bentuk perlawannnya, tetapi system kapitalisme dan menggulingkan rezim komprador lah yang menjadi musuh pokok yang harus dihancurkan dan digulingkan dan menggantikannya menjadi pemerintahan persatuan rakyat miskin. Dengan pemerintahan persatuan rakyat miskin maka perbaikan kerusakan lingkungan dan pemenuhan kbutuhan ekonomi dapat berjalan secara simultan. Dengan mengambil alih industry tambang asing (yang berwatak eksploitatif dengan metode produksi yang tidak efisien) menjadi industri tambang nasional dibawah kontrol rakyat yang memiliki perspektif ekologis, dan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi yang lebih luas membangun industrialisasi nasional dibawah control rakyat dengan system dan metode produksi yang memiliki perspektif ekologis adalah solusi untuk menjawab persoalan ekonomi rakyat dan kerusakan lingkungan.

Watak pemerintahan yang komprador lah yang menjadi biang persoalan rakyat miskin di Indonesia, pemerintah justru memberikan ruang seluas-luasnya untuk mengeksploitasi mineral bumi secara besar-besaran, membiarkan proses industry yang tidak ramah lingkungan, pembuangan limbah sembarangan, pembabatan hutan seluas-luasnya adalah bukti kejahatan kapitalisme yang dampaknya dirasakan oleh rakyat miskin, rakyat yang tidak tahu apa-apa justru yang merasakan dampaknya secara signifikan. Tidak hanya sampai disitu rezim SBY-BOEDIONO terus membuka ruang sirkulasi modal kapitalisme secara besar-besaran dan me-liberalisasi seluruh aset-aset sumber daya mineral bumi Indonesia. Tidak ada yang tidak di privatisasi, seluruh komponen social yang memiliki nilai ekonomis akan di jual kepada pemilik modal asing dan pemiskinan massal-pun dilakukan. Bencana alam bukan sebuah proses yang alami, tetapi lebih dikarenakan sebuah factor kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh kapitalisme dan di aminin oleh rezim-rezim (SBY-Boediono) komprador, hanya para pemilik modal lah yang di untungkan atas eksploitasi seluruh sumber daya alam kita, sedangkan buruh tidak lebih hanya sebagai instrumen dalam proses produksi yang kondisinya juga di eksploitasi, karena buruh tidak mendapatkan hak-haknya. Sumber daya alam kita di jual, buruh-buruh di gaji murah, bencana terjadi dimana-mana inilah cerminan dari rezim komprador penipu rakyat. Rezim komprador SBY-Boediono lah yang selalu menjual potensi sumber daya alam dengan murah dan menjual masyarakatnya sebagai tenaga buruh murah, sehingga rakyat terus tertindas, miskin, sulit mengakses kesehatan karena mahal dan tidak berpendidikan karena tidak memiliki uang. menyatukan kekuatannya dan merebut pemerintahan,  menggantikannya menjadi pemerintahan persatuan rakyat miskin yang memiliki perspektif ekologis.

Persoalan lingkungan dan persoalan kemiskinan adalah dampak dari kebijakan pemerintahan agen kapitalisme (SBY-Boediono) dan seluruh partai-partai borjuasi penipu rakyat, mereka yang menjual dan menggadaikan aset-aset sumber daya alam dan mengorbankan hak-hak rakyat miskin.  Selama pemerintahan masih berwatak komprador dan dipegang oleh unsure-unsur partai borjuasi penipu rakyat, maka selama itu pula persoalan lingkungan dan kemiskinan tidak akan terjawab. Rakyat harus membangun kekuatannya sendiri, rakyat harus memiliki komitmen untuk merebut hak-haknya yang dirampas dan rakyat harus berdiri di kakinya sendiri untuk menggulingkan rezim kapitalisme (SBY-BUDIONO) dan menggantinya menjadi pemerintahan persatuan rakyat miskin, hanya dengan pemerintahnnya sendirilah rakyat akan mendapatkan hak-haknya dan hanya dengan pemerintahannya sendirilah persoalan lingkungan akan dapat di cegah dan diperbaiki.

Untuk itu kami menuntut :

  1. 1. NASIONALISASI ASET TAMBANG STRATEGIS DI BAWAH KONTROL RAKYAT
  2. 2. BANGUN INDUSTRIALISASI NASIONAL YANG BERPERSPEKTIF EKOLOGIS DI BAWAH KONTROL RAKYAT
  3. 3. PENDIDIKAN GRATIS, BERKUALITAS, MODERN, ILMIAH DAN DEMOKRATIS
  4. 4. KESEHATAN GRATIS,BERKUALITAS DAN MODERN UNTUK SEMUA
  5. 5. LAWAN DAN HENTIKAN LIBERALISASI HUTAN DAN SUMBER DAYA ALAM LAINNYA
  6. 6. LAWAN DAN HENTIKAN PENGGUSURAN DAN GANTI UNTUNG UNTUK KORBAN PENGGUSURAN
  7. 7. ADILI PENJAHAT LINGKUNGAN BAIK PERSONAL MAUPUN INSTITUSIONAL
  8. 8. AMERIKA HARUS BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KORBAN BENCANA ALAM YANG TERJADI DI SELURUH DUNIA
  9. 9. BUBARKAN SATPOL PP

Posted: Desember 13, 2009 in Uncategorized

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY

WANA ARGA XXIII

Sebagai organisasi kader tentunya mahapala berorientasi untuk menjalankan fungsi-fungsinya, secara mendasar fungsi organisasi MAHAPALA  terbagi menjadi 3 pokok bagian besar:

  1. Fungsi pertama dalah fungsi edukasi, Sebagai organisasi kader tentunya mahapala memiliki orientasi untuk melahirkan terus generasi-generasinya yang terdidik, terorganisir dan terpimpin untuk pencapaian tujuan MAHAPALA
  2. Fungsi kedua adalah fungsi sosial dimana organisasi harus merespon kebutuhan-kebutuhan social masyarakat sesuai dengan kapasitasnya sehingga dari fungsi social ini mahapala dapat meluaskan kepentingannya untuk melestariak lingkungan dan menghadang kehancuran bumi
  3. Fungsi ketiga adalah fungsi politik, sebagai organisasi mahasiswa mahapala mengusung isu-isu lingkungan yang sejauh ini masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar para politisi baik,kiri,kanan apalagi politisi opurtunis. MAHAPALA adalah organisasi kader mahasiswa yang terus berupaya merespon kebijakan-kebijakan politik yang tidak berpihak kepada lingkungan dan rakyat.

Ada sebuah keberhasilan yang cukup signifikan dari usaha pengorganisiran yang dilakukan oleh kawan-kawan MAHAPALA selama fase penerimaan mahasiswa baru di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Targetan kuantitas peserta mencapai 18 orang hal ini tentunya menjadi batu tapal yang cukup besar untuk kemajuan MAHAPALA kedapan untuk menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan garis dan koridor kepecintaalaman yang selama ini diusung oleh semua generasi MAHAPALA.

Berikut data 18 orang peserta DIKALTSAR WA XIII MAHAPALA UMBY :

  1. Usdan (Babur)
  2. Rizki (Songer)
  3. Wahid (Lejun)
  4. Nia
  5. Restu (Percil)
  6. Sendy
  7. Ria (Tomblok)
  8. Eko
  9. Mayabi
  10. Hartini (Congek)
  11. Koplo
  12. Yulius (Bagor)
  13. Gerot
  14. Minti
  15. Bolong
  16. Eksu Khairi
  17. Samsi
  18. Adit

23 generasi telah dilahirkan MAHAPALA namun persoalan lingkungan terus meningkat artinya tanggung jawab dari setiap fase generasi akan semakin berat untuk menjalan fungsi-fungsi organisasi. Selamat berproses untuk seluruh anggota muda MAHAPALA. DIKLATSAR adalah batu tapal yang memiliki kualitas untuk membangun mentalitas dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan organisasi.

….VIVA  MAHAPALA….!!!!!!

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

PENDIDIKAN DASAR MAHAPALA UMBY WANA ARGA XXIII

Pendidikan analisa dampak lingkungan yang diselenggarakan oleh MAHAPALA (WANA_ARGA) UMBY direncanakan akan diselenggarakan

VIVA MAHAPALA...!!!

VIVA MAHAPALA...!!!

pada tanggal 26 samapai dengan tanggal 27 Juni 2009, pendidikan ini akan melibatkan semual elemen. dalam konsep perealisasian materi-materi yang akan dibawa dalam pendidikan adalah :

1. Studi kasus masalah lingkungan hidup (permasalahan sosial)

2. Pembedahan dokumen-dokumen AMDAL

3. Advokasi lingkungan

Dalam konsep perealisasian pendidikan ini direncanakan akan diselenggarakan bekerja sama dengan BAPEDALDA DIY dan PSLH UGM. kemudian tempat pelaksanaan direncankan di PSLH UGM. proses pendidikan ini tentunya terbuka untuk umum dimana masyarakat umum ataupun organisasi-organisasi lingkungan serta organisasi-organisasi yang memiliki kepentingan untuk menyelamatkan lingkungan hidup.

proses penyelenggaraan kegiatan ini adalah upaya yang dibangun oleh MAHAPALA untuk mengembangkan kemampuan dan kapasitas pemahan mengenai pengelolaan dan permasalahan lingkungan. MAHAPALA sebagi elemen pecinta alam tentunya memiliki kepentingan untuk menyelenggarakan kegiatan ini sebagai upaya pembangunan pemahaman kader-kadernya terhadap upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup. sejauh ini MAHAPALA terus melakukan propaganda penyelamatanlingkungan baik dengan membngun diskusi-diskusi antar OPA (organisasi pecinta alam) bahakan dengan aksi-aksi turun kejalan dengan mangjukan sejumlah tuntutan tuntutan terhadap elite politik ataupun badan legislatif.

dari sejumlah proses propaganda yang dilakukan tentunya MAHAPALA melihat sejumlah kekuarang dari sejumlah proses evaluasi yang dilakukan, termasuk diantaranya upaya penyelamtan melalui jalur hukum (litigasi). dengan terealisasinya konsep pendidikan ini tentunya MAHAPALA berupaya untuk melakukan perjuangan penyelamtan lingkungan melalui jalur-jalur hukum. persoalan lingkungan yang terus terdegradasi harus direspon secara massif karena faktor kesejahteraan sosial adalah sistem dan tatakelola sumber daya alam yang berpihak kepada rakyat dan lingkungan hidup. oleh karena itu lingkungan hidup menajdi hal penting yang menjadi esensi dari proses perjuangan yang diusung oleh MAHAPALA (WANA_ARGA) UMBY. dengan garus perjuangan eko-populisme MAHAPALA terus mecoba menelurkan program-program pendidikan yang membangun pemahan dan mentalitas kader yang berkarater kepecintaalaman.

VIVA MAHAPALA….!!!

VIVA ECOLOGIA….!!!


MAPALA

Posted: April 3, 2009 in Blogroll

DAFTAR ALAMAT PECINTA ALAM INDONESIA

ACEH

  1. LEUSER UNSYIAH, UKM-PA Jl Hamzah Fansuri No 4 Darussalam Bandar Aceh 23111
  2. UMPAL Lhokseumawe jl.selanga no. 02 Lancang Garam Lhokseumawe.NAD
    UNIV.MALIKUSSALEH

BALI

  1. MAPALA MITRA SATYA BUANA Univ. Pendidikan Nasional Jl Tukad Yeh Aya Denpasar 0361-23520
  2. MAPALA CAKRA BUANA POLITEKNIK Negeri Bali, Bukit Jimbaran PO.BOX 1064 Tuban, Bali 0361-701981
  3. MAPALA CITTA MANDALA UNIV. WARMA DEWA Jl Terompong No .36 Tanjung Bungkak Denpasar 80235 0361- 23858
  4. KPA SASDA (SASTRA DAERAH) UNIV. DWIJENDRA Jl Kamboja Denpasar
  5. MAPALA FIKOM UNIV. DWIJENDRA Jl Kamboja Denpasar
  6. LOKA SAMGRAHA STKIP NEGERI SINGARAJA Jl A Yani No 67 Singaraja Bali 81116
  7. WANAPRASTHA DHARMA UNUD Kampus Unud Jl Sudirman Denpasar 80232 0361- 241099

mapalawd@indonet.com
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
<!–
document.write( ‘</’ );
document.write( ‘span>’ );
//–>
http://www.members.tripod.com/mapalawd
8 MAPALA BUANA GIRI Univ Mahasaraswati Jl. Kamboja No. 11a Denpasar Bali 0361-227019
bhuanagiri@plasa.com
9 MPA “LOKA SAMGRAHA” STKIPN Singaraja Jl A Yani 67 Singaraja Bali 81116 22570
10 PARICAKRA DEWATA KPA Jl Kutilang No 25 Singaraja 81116 Bali 0361- 22032

11 BHAYU BUANA TUNGGAL Sekolah Tinggi Pariwista Nusa Dua Bali Jl Darmawangsa Kampial PO.BOX 2 Nusa Dua Bali 0361-773537 Fax : 774821
mapala_krakatau@yahoo.com
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
<!–
document.write( ‘</’ );
document.write( ‘span>’ );
//–>

BENGKULU

NO NAMA ORGANISASI ALAMAT TELEPON EMAIL & HOME PAGE
1 Ratu Samban Hiking Club Jl Kapten Syahrial 31 Bukit Barisan Bengkulu 38118
2 Kampala Feperta Univ Bengkulu Jl Raya Kandang Limun Bengkulu 0736-21170 psw 223 fax : 26793
3 MAPETALA UNIB Univ.Bengkulu Jl Raya Kanjang Limun 0736-21170
4 PAFE Jl.raya Kandang Limun Gd.F

JAKARTA

1 Palp Medical FK Univ Tarumanegara Jl Letjend S Parman 1 Jakarta 11440
2 Pataga UNTAG UNTAG Jl Sunter Pamuraja Sunter Agung Jakarta Utara
3 Stupala Univ Borobudur Univ Borobudur Jl Raya Kali Malang No.1Jakarta Timur 1362
4 Mountaineer 52 Jl. Buluh Perindu Gg.H. Adam No 24 Rt 18 Rw 06 Pondok Bambu Jakarta Timur 13430 021-8630305
5 Aesthetica ISTN ISTN Bumi Srengseng Indah Jakarta Selatan 021-78886119
6 Girigahana UPN UPN Jl RS Fatmawati Pondok Labu Jakarta Selatan 021- 76971
7 KMPA Ekacitra IKIP Gd G IKIP Rawamangun Jl Pemuda Rawamangun Jakarta Timur 13220
8 Kapa UI Jl Salemba Raya 4 Jakarta Pusat
9 Mapala Univ Indonesia G d.Pusgiwa Lt I UI Depok 021-78884872
10 Stapala STAN STAN Jl Sanjaya Kebayoran Baru Jakarta Selatan
11 Aranyacala Univ Trisakti Jl Kyai Tapa No 1 Grogol Jakarta 11440 021-5663232 pswt 174
12 Mega Untar FK Univ Tarumanegara Jl Letjend S Parman 1 Jakarta 11440 021- 5674645
13 YCABI IISIP IISIP Jl Raya Lenteng Agung 32 Jakarta Selatan
14 Ompa Tapal IISIP IISIP Jl Raya Lenteng Agung 32 Jakarta Selatan
15 Pasmax Jl Mangga Besar III Jakarta Selatan 021- 6590192
16 Vanaprastha Jl E-7 Taman Setiabudi Jakarta Selatan
17 Marsipala FT Untar Univ Tarumanegara Jl Letjen S Parman No 1 Jakarta 11440
18 Agrawitaka Univ Prof Dr Mustopo (beragama) Jl Hang Lekir I/8 Kebayoran Baru Jak-Sel
19 Impeesa STIE Perbanas Jl Perbanas Karet Kuningan Jakarta Selatan 021 5204110
20 Krisnapala Univ Krisnadwipayana Jl Raya jatiwaringin Pondok gede Jakarta Timur 021 8462229
21 Mapalabi Jl.Mataram Raya 15 Jakarta Pusat
22 Mapala ABA LPI Indonesia ABA LPI Indonesia JL. Cikini Raya 64 Jakarta Pusat 10330 021 332712
23 Wanapala Jl.Kramat raya No.71 Jakarta Pusat
24 Camp Stick APP Kampus APP Jl.Timbuk 34 Srengseng Sawah Jakarta Selatan
25 Dhamapala APP Kampus APP JL. Timbul 34 Srengseng Sawah Jakarta Selatan
26 Himapala UNAS UNAS Jl.Sawo Manila Pejaten Pasar minggu Jakarta Selatan
27 Makopala STIK Budi luhur Jl. Raya Cileduk Petukangan utara Kebayoran lama Jakarta10320
28 Tramp Jl.Raya Pasar minggu Jakarta Selatan
29 Arga Ganeca Univ Atmajaya Jl.Jend. Sudirman 51 Jakarta Selatan 12930
30 Mahidhara Jl.Pulo Mas Barat Vila Tanah Mas Jakarta Timur
31 MPA AKADEMI BANK INDONESIA AKADEMI BANK INDONESIA Jl.Mataram Raya 15 Jakarta Timur 13140 8502410
32 Harsha Pratala STEKPI STEKPI Jl. TMP Kalibata Jakarta Selatan 12760 021 79811336
33 MAPALAYA (MPA.UNIV.JAYABAYA) UNIV.JAYABAYA Jl. A.Yani (by Pass) Pulo Mas Jakarta Timur 021 4898627(8) Psw504
34 Himappa STIE Swadaya Jl. Jati Waringin Raya 36 Jakarta Timur 13620
35 Astadeca Poltek UI Marganda UI Dpok 021-7270026
Yandriyani@indovision.co.id
36 Talaseta FE Univ.Pancasila Jl. Srengseng Indah Lenteng Agung Pasar Minggu Jakarta 021 7270000 psw 2
37 Wanacala Univ.Atmajaya Jl. Jend.Sudirman 51 Jakarta selatan 12930
38 Cicera Univ.Pancasila Jl.Srengseng Sawah Jakarta Selatan 021 7866327
39 Mapa IISIP Kampus IISIP JL.Lenteng agung Jak.Sel
40 Edelwels FE Univ Atmajaya,Jl.Sudirman 51 Jakarta Selatan 12930
41 Sapala Ft.UKI Jl.Mayjend Sutoyo cawang Jaktim 13630
42 SWATALA Univ.Marcubuana Jl.Meruya Selatan Jakarta Barat 021-5840816
43 MAPALHID Inst.Tek.Al kamal Jl.Keduya No2
44 Palmater STMIK Indonesia Jl. Kiai Tapa No.216 A Grogol Jakarta 021-5672455Psw 57
45 Manunggal Bawana ITI Jl.Puspitek Serpong Tangerang 021-7560543
setiawan79@Yahoo.com
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
<!–
document.write( ‘</’ );
document.write( ‘span>’ );
//

46 Wamapala Satyagama Jl.Kamal raya No.2A Cengkareng Jakbar 021-5452377 (8)
47 Pandapa Univ Darma Persada Pondok Kelapa
48 Meturi UKI Jakarta Jl.Mayjend Sutoyo cawang Jaktim 13630 021 8009190 Psw 410
49 Imapala Univ. Muh.Prof.Dr.Hamka Jl.Tanah Merdeka Jakarta Timur 021 8400341
50 Mapasat Akademi Tek.Sapta Taruna Jl. DI Panjaitan Kav.12-13 Jaktim
51 UMTALA Univ.Mpu Tantular Jl. Cipinang Bsar No.2 021-8197386
52 Unisaspala Univ.Islam As-syafiiyah- Jl.Raya Jatiwaringin PO BOX7725 JAT-CM 021 8462361
53 ARCHAEOPTERIX STTD Jl.Protokol Halim Perdana Kusuma 021 8009249
54 STACIA – Univ Muh Jakarta Jl K.H. Ahmad Dahlan Jakarta Selatan 021-7401894
55 Mapena Univ.Muhamadiyah Jl.Cempaka Putih tengah 27 Jakarta Pusat 021 4205175

YOGYAKARTA

1 BMC Akademi Akutansi YPKN Yogyakarta Kampus komplek Balapan Yogyakarta
2 CARAVAN Fak. Peternakan UGM, Yogyakarta
3 GALAKSI 54 Universitas Proklamasi 45 jl.Proklamasi I, Babarsari,Yogyakarta 55281 0274 – 588517
4 GAPADRI Mapala STTNAS Yogyakarta jl.Babarsari,Depok Sleman Yogyakarta 55281 0274 – 485390/516621

gapadri2000@yahoo.com

5 GAPPALA Univ. Duta Wacana Jl Dr Wahidin 5-19, Yogyakarta 0274 563929 ext.250

Gappala@UKDW.ac.id

6 GEGAMA Fakultas Geografi UGM JL.Barek, Sekip Utara,Yogyakarta 55282 0274 – 902340/902344
7 GEODIPA Fakultas Teknik UGM Lt.2 Sayap Utara Kampus Teknik Geologi jl.Grafika 2, Yogyakarta 55281
8 HIPALIV IKIP Veteran Jl Mantrigawen Lor 28 , Yogyakarta
9 JANAGIRI Univ. Janabadra Jl. Timoho Yogyakarta
10 KAMAPALA INTAN Institut Pertanian Yogyakarta jl.Magelang Km 5 Po Box 1059 Yogyakarta 55284 0274 – 588615/589520 fax.0274 – 580520
11 KAPALASASTRA Fak. Sastra UGM Bulaksumur Yogyakarta
12 MADA WIRNA Gelanggang Mahasiswa UNY karang Malang – Yogyakarta 55280 (0274) 586168 Psw.288
13 MADAPALA Universitas Ahmad Dahlan Jl. Kapas 9 Yogyakarta 55166 0274 – 563515
14 MAGMAGAMA Fak, Tek. Geologi UGM, Kampus FT Geologi UGM Bulaksumur Yogyakarta
15 MAHIMPA IKIP Muhamadiyah Jl Kapas , Semaki, Yogyakarta
16 MAPAGAMA UGM Gelanggang Mahasiswa, UGM Bulaksumur, Yogyakarta 55281 0274 902585 fax (0274)66171

Mapagama@Mailcity.com

17 MAPAKU Fak. Kedokteran Umum UGM, Bulaksumur Yogyakarta
18 MAPALA AKUP ARWAGA Purwanggan Yogyakarta
19 MAPALA BANGKEL JL.Kusumanegara 121,Yogyakarta 55615 562265
20 MAPALA GREEN PALM ABAYO JL.Suroharjo UH II/673, Yogyakarta 0274 – 379204
21 MAPALA KAPAKATA Institut Pertanian STIPER Yogyakarta jl. Petung 2 Papringan,Yogyakarta
22 MAPALA PRAJAPATHI Akademi Arsitektur YKPN JL.Gagak Rimang 1, Yogyakarta 55222 0274 – 87469
23 MAPALA STTL Jl. Janti Km. 4 Gedung Kuning Yogyakarta 55198 0274 – 566863
24 MAPALA TUNA PATRIA APMD Jl. Timoho Yogyakarta
25 MAPALA UMY Kampus UMY Jl. HOS Cokroaminoto 17 Wirobrajan 55253 Yogyakarta 0274 – 618053/387646

mpa.umy@yogyawasantara.net.id
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
<!–
document.write( ‘</’ );
document.write( ‘span>’ );
//–>

26 MAPALA UNISI Universitas Islam Indonesia Jalan Cik Di Tiro N0.I Kotak Pos 56 Yogyakarta 55223 0274 – 542141 Psw. 15
27 MAPALA UPN UPN Veteran Yogyakarta Gedung UKM lt. II Jl.. Ringroad Utara Condong Catur Yogyakarta 55283 0274 – 566733/566800

mpaupnyk@usa.net

28 MAPALASKA Kampus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
29 MAPALISTA IST AKPRIND,Jl.Kalisabak 28 Komplek Balapan, Tromol 45,Yogyakarta 55222 0274 563029
30 MAPAPERTA Fak. Pertanian Sarjana Wiyata JL.Kusumanegara 121,Yogyakarta 55615 0274 – 562265
31 MAPASADHA Universitas Sanata Dharma Jl Gejayan Tromol Pos 29 Yogyakarta 55282 0274 – 513301
32 MAPASTIE YKPN STIE YKPN,jl. Seturan, Yogyakarta 55281 Po Box 1014 Yogyakarta 550010 0274 – 584321 fax.0274 – 584081
33 MAPEAL AMP YKPN Kampus komplek Balapan Yogyakarta
34 MATALA BIOGAMA Fakultas Biologi UGM Jl. Teknika Selatan, Sekip Utara, Yogyakarta 55281 0274 – 514753
35 MATEPA FNT UGM Kampus UGM, Bulaksumur Yogyakarta
36 MAYESTIK 55 Fak Hukum UGM , Bulaksumur Yogyakarta
37 MPA Cakrawala STIE Widya Wiwaha Jl.Lowanu UH VI/20 Sorosutan Yogyakarta 0274 337091
38 MPA ELGAMAZI Akademi Gizi Depkes RI, Yogyakarta, Jl.Tata Bumi 3. Banyu Raden, Gamping Sleman,YGY 55293 0274 517369
39 MUSHROOM Sekolah Tinggi Ekonomi Yogyakarta jl.Glagahsari 63 Yogyakarta 0274 – 373955
40 PALAPSI Fak. Psikologi UGM , Bulaksumur Yogyakarta
41 PALLAWA Univ. Atmajaya Jl Mrican Baru 28, Yogyakarta 55281
42 PALMAE Fak. Ekonomi UGM, Bulaksumur Yogyakarta
43 PLANTAGAMA Fak. Pertanian UGM, Bulaksumur Yogyakarta
44 RIPALA( Arama Riau Pencinta Alam) Jl. Bintaran Tengah 2 Yogyakarta 55151
45 SASENITALA ISI Kampus ASRI Gampingan Yogyakarta
46 SETRAJANA FISIPOL UGM, Bulaksumur Yogyakarta
47 SILVAGAMA Fak. Kehutanan, Bulaksumur Yogyakarta 55281
48 WAMADIKA STMIK AKAKOM Jl. Raya Janti Karang Jambe Yogyakarta 55198 0274 – 565237
49 WAPANTARA STIMIK DIAN NUSWANTORO, Jl.Nakula I no.7-11 0274 51726 fax 0274 520165
50 REPALA BHIPA Jl. Godean 5 ngupasan Jogjakarta 55122 562458
51 DELTA MOUNTAINEERING & SCINCE CLUB Jl Wardani 2 yogyakarta 515359
52 MERMOUNC Yogyakarta Jl Bausaaran 67, Yogyakarta 55211 513503
53 ARWAGA Jl. Purwanggan 35-43 Yogyakarta
FPTI Jl. Proklamasi no 01 Babarsari Yogyakarta 55281 0274-485517

JAMBI

1 SIGINJAI Kampus Univ.Jambi Telanaipura Jl.Prof Dr. Sri Sudewi Maskun Sofyan- Jambi 0741-34616,60938
2 MAPALA GITASADA Univ. Batanghari Jl Slamet Riyadi, Jambi 0741-60673
3 MAKOPALA DIMITRI AMIK Jl Prof Sumantri Brojonegoro 0741-33852
4 MAPALA TAPAK RIMBA AKUBANK Muhammadiyah Jl Kapt. Pattimura, Jambi
5 MAPALA PELANGI BIRU ASM Jl. HOS Ckroaminoto Jambi, 36129 0741-25773
6 KPA Wahana Anak Elang Alam Gunung Jl. Sutoyo Siswomiharjo Lr Sejahtera (Jalan Baru) RT 3/36 Jambi 36361 0741-24943
7 KPA Eiger Mountaineering Club Jl. Bangau IV Rt 16 No 14 Kel. Tambaksari Jambi 36138 0741-21378
8 KPA Sadar Wisata Pinang Sebatang Jl. Urip Sumoharjo Lr. Jaya Rt 13 No 16/30 Jambi 36122 63458
9 KPA Ranger Sungai Penuh Jl. P. Diponegoro 27 Sungai Penuh Jambi 21808
10 Gema Cipta Persada Jl Slamet Riyadi, Broni Jambi
12 Dourchilla Kerinci Jl Muradi No 55 Sungai Penuh Keerinci Jambi
13 Yayasan Gita Buana Club Jl R. Inu Kertapati No 11 Rt 38 Komp. DPRD Telanaipura Jambi 36124

JAWA BARAT

1 ASTACALA Kampus STT Telkom Gedung I Jl. Radio, Palasari, DYK, Bandung 40257 022- 7564108 ext. 2021
astacala@hotmail.com
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
<!–
document.write( ‘</’ );
document.write( ‘span>’ );
//-

2 ATLAS MEDICAL PIONEER FK. UNPAD Jl Pasirkaliki Bandung
3 BARAWANA UNJANI Jl Raya Cimahi Bandung
4 BRAMATALA, STIEB Jl. Cikutra 204 A Bandung 40125 022-7275855
5 DEWADARU AMIK Jl. Jakarta Bandung
6 FPTI Jl Aceh
7 GANDAWESI FPTK IKIP Jl. Setiabudi Bandung
8 GIDEON JL Ir.H.Juanda No 93 Bandung
9 GIRI MAYA Jl Kliningan
10 GIRIRAYA UNINUS Jl Terusan Halimun 37 Bandung 40262
11 GUATEMALA UNINUS Jl Soekarno Hatta
12 HIAWATA FT.Unwim Jl Garut Bandung
13 HIMAPA STIE YPKP Jl Suci Kampus II Bandung 022 7275489
14 HIMBLO Fak. Biologi UNPAD Jl Raya Sumedang Jatinangor Bandung
15 HIMPALA ITENAS Jl PH. MustofaNo.23 Bandung
16 HIMAPALA- STT MANDALA Jl Soekarno Hatta 022 7301738
17 HIPAMA AKTRIPA-STIE YAPARI 022 2111027
18 JANA BUANA Jl Pasar Atas Cimahi (dekat Alun-alun Cimahi)
19 JANTERA Geografi IKIP Jl Setiabudi Bandung
20 JAYAWIJAYA Jl Sri Wijaya 8 No 18 (SMAN 2) Cimahi
21 KAMUKA PERWATA (KAPA) FT UI Jl Pusgiwa Kampus UI Depok 16424 021-7270202
22 KMPA GANESHA ITB Jl Ganesha 10 Bandung 40132
23 KOLOMETAL STT TEXTIL Jl Ahmad Yani 390 Bandung 022-7062214
24 LAWALATA IPB Kampus IPB Dermaga
26 MAHACILIA A2B Jl Merdeka Bandung
27 MAHACITA IKIP Jl Setiabudi No.229 Bandung (UPI) 022 2013163 psw 3206
mapentaunisba@hotmail.com
28 MAHAPEKA IAIN Sunan Gn. Jati Jl Ry. Cipadung 105 Cibiru Bandung
29 MAHATALA Jl Ters.Gatot Subroto Pindad (UNJANI Kampus II) Bandung
30 MAHATALA STTIB Jl Terusan Kiara condong Bandung
31 MAHITALA UNPAR Jl. Cimbeuleuit Bandung 022 2036332
32 MAPA Gunadharma Gunadharma Jl. Margonda Raya 100 Pondok Cina Depok
33 MAPAGRI ITA Jl. Halimun Bandung
34 MAPAK ALAM UNPAS Jl. Taman Sari Bandung 022 421472
35 MAPALA Univ. Jend A. YaniJl. Terusan Jend. Sudirman PO.BOX 148 Bandung
36 MAPALASKA Univ.Singaperbangsa Jl.HS.Ronggowaluyo teluk jambe Kerawang 0267 642279
37 MAPALIH AIN/FE UNBAR AIN/FE UNBAR Jl. Pahlawan Bandung
MAPELLA UNIV. LANGLANG BUANA JL KARAPITAN BDG
38 MAPEKA Univ. MARANATA Jl. Suryasumantri Bandung 022 2012186
39 MAPENTA UNISBA Jl. Taman Sari 1 Bandung 022 4203368 psw 232
40 MARGASOPHANA IKIP Jl. Setiabudi Bandung
41 MAWARGA FAPERTA UNBARJl. Cikutra Bandung
42 MPA ATMAWANA Univ. Ibnu Khaldun Bogor Jl Rayak Emang km.2 PO.BOX 74 Bogor 16710
43 NYMPHEAE Jur. Biologi ITB Jl. Ganesha Bandung
44 PAL IKOPIN IKOPIN Jl. Jatinangor Sumedang Bandung
45 PAL Rimbawan Jl Raya Sumedang AIK
46 PALAWA-AKPI 022 775358
47 PALATRA Jl Cikutra Baru (STIE TRIDARMA)
48 PALAWA Univ. PAJAJARAN Jl Dipati Ukur 35 Bandung 40132
49 PAMOR FPOK IKIP IKIP Jl PH. Mustofa Bandung
50 PANTALA Jl Merdeka (Santa Angela) Bandung
51 RANGER STIE INABA Jl Sukarno Hatta Bandung
52 RAPALA Jl Pasir Kaliki 110 B Bandung 40171
53 RIMBAWAN Jl Pramuka (AIK) Jatinangor
54 RIMBAWAN, Fak Kehutanan UNWIM Jl Jatinangor Sumedang Bandung
55 RIMPALA Fak. Kehutanan IPB Kampus Fak. Kehutanan IPB PO.BOX 69 Bogor 16001
56 SAGA Politeknik Ciwaruga Kampus Poltek ITB Bandung
57 SALAMANDER Jl Burangrang (BPI) Bandung
58 SATGANA Kampus.Univ. ADVENT Indonesia Cisarua Lembang Bandung
59 TONGGUR FPIP IKIP Jl. Setiabudi Bandung
60 UKL FAPET UNPAD Fak. Pertanian UNPAD Jatinangor
61 WANADRI Jl Wastukencana No 27 Bandung
62 WANASATRYA STBA Jl. Cihampelas 194 Bandung 022-85246
63 WAPALAPA UNPAK Jl. Pakuan PO.BOX 353 Bogor 0251-312206
64 X-WASI Jl Soekarno Hatta ( STISI ) Bandung
65 WLG Jl Teladan 30 A Gegerkalong Bandung (022) 234538
66 OSIRIS Jl R.E Martadinata Bandung 65 Bandung 40115 (022) 4204071
67 MAPA Gunadharma Gunadharma Jl Margonda Raya 100 Pondok Cina, Depok
68 Gempala Aruphadatu Jl RAA Wiranata Kusumah Bale endah Bandung 40258 (022) 5940283
69 Skygers Jl Muararajeun baru III no 40 Bandung (022 ) 708169
70 Widerness Jl Hamid 27 Bandung
71 Paksi Extrass Jl Kaum Kidul 19 Belakang Sukabumi 43131
72 Taruna Hiking Club Jl Setrasari Kulon V/10 Bandung 40152
73 Ikpal Libel’sta Jl Perintis Kemerdekaan II Cikokol Tangerang
74 Katapa Tekab Jl Hegar manah 35 Bandung 40141
75 Cobwad Jl Surya Kencana 127 Bogor 16141
76 BPH FANTS CLUB Sdr Yuslifar : Jl Agung Utara II D blok A 29 no 18 Sunter Agung Podomaro Jakarta 14350
77 Zabra Fak. Kehutanan UNWIM Jl Jatinangor Sumedang Bandung 8156020086
78 Extemass Jl Sukajadi bandung
79 Crosser Jl PSM 12 Bandung
80 Grune Techniker POLMAN Jl Kanayakan no 21 Bandung